Kena PHK, Apa yang Harus Dilakukan?
Kena PHK memang mengejutkan, tapi dengan tenang, atur keuangan, perbarui CV, dan coba hal baru, kamu bisa kembali bangkit dan menemukan peluang baru.
Artikel ini membahas strategi praktis, ramah pembaca, dan berdasarkan data resmi—lengkap dengan insight eksklusif dari Uriepedia agar kamu bisa mengambil keputusan lebih matang.
Langkah yang Harus Kamu Lakukan Setelah Dipecat
1. Tenangkan Diri, Terima Keadaan
Langkah pertama setelah kena PHK adalah menenangkan diri, bukan marah-marah di media sosial. Yang kamu butuhkan adalah waktu untuk merenung—menerima keadaan, merasa sedih, kecewa, dan rasa takut.
Namun jangan biarkan emosi tersebut berlarut-larut, beri waktu yang cukup lalu kemudian mulai secara perlahan menyusun langkah berikutnya.
Menurut American Psychological Association (APA), mempertahankan ketenangan emosional dalam 48 jam pertama membantu seseorang berpikir lebih rasional dalam mengambil keputusan berikutnya.
Menurut Uriepedia, fase ini adalah “checkpoint mental” untuk memisahkan antara emosi dan strategi. Menenangkan diri akan membuat langkah selanjutnya lebih efektif.
2. Ambil Hakmu sebagai karyawan
Setiap karyawan yang dipecat, memiliki hak, tergantung dari status kerja dan regulasi yang ada pada perusahaan. Tanyakan juga soal pesangon, BPJS Ketenagakerjaan, asuransi jika ada serta surat pengalaman kerja, penting untuk mengetahui hakmu sebagai karyawan ketika pertama kali melakukan kontrak kerja pada perusahaan.
Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, pekerja berhak menanyakan dan menerima perhitungan pesangon secara transparan sesuai UU Cipta Kerja dan PP 35/2021.
Bila kamu merasa ada hak yang tidak diberikan, kamu bisa berkonsultasi ke Dinas ketenagakerjaan setempat atau meminta bantuan hukum.
3. Atur Keuangan dengan Teliti Setelah PHK
Setelah dipecat dari kantor, hal paling krusial adalah masalah keuangan. Segera setelah ketenangan didapatkan lihat kondisi keuangan kamu—berapa tabungan yang kamu miliki? Dapat pesangon atau tidak? Dan dengan uang yang sekarang kamu miliki berapa lama kamu bisa bertahan?
Mengelola keuangan pasca kena phk akan lebih mudah bila sebelum menganggur kamu sudah sering membuat anggaran keuangan bulanan dan memiliki dana darurat. Namun saat menganggur, segera buat daftar pengeluaran bulanan kamu lalu pangkas pengeluaran untuk hal-hal yang tidak penting atau bisa ditunda.
Mungkin ini saatnya kamu untuk mencoba gaya hidup minimalis—mengatur ulang prioritas dalam kehidupan seperti berhenti berlangganan streaming online, menunda nongkrong setiap akhir pekan, menunda daftar belanjaan, atau bahkan berhenti sementara dari merokok dan yang terpenting adalah jangan berhutang.
Komponen yang harus dihitung:
- Saldo tabungan + aset cair
- Tagihan bulanan
- Kebutuhan rumah tangga
- Cicilan
- Pengeluaran yang bisa dipangkas
| Prioritas | Contoh Pengeluaran |
|---|---|
| Wajib | Makan, listrik, sewa rumah, air, internet |
| Penting | Transport, pulsa, pendidikan |
| Opsional | Nongkrong, layanan streaming, perjalanan |
4. Perbarui Portofolio dan CV
Menurut Harvard Business Review, karyawan yang meng-update CV dan profil profesionalnya dalam 7 hari setelah PHK memiliki peluang lebih cepat mendapatkan pekerjaan baru.
Checklist singkat:
- Update CV dengan pencapaian terakhir
- Perkuat LinkedIn
- Kumpulkan portofolio berbasis proyek
- Minta testimoni dari atasan/klien sebelumnya
Menurut Uriepedia, “CV terbaik bukan yang paling ramai desainnya, tapi yang paling jelas menjelaskan nilai yang bisa kamu berikan.”
5. Pasca PHK, Momentum untuk Mencoba Hal Baru
Dipecat memang terasa berat, tapi tak jarang orang melihat ini sebagai kesempatan untuk mencoba hal baru. Banyak orang menemukan passion baru, beralih profesi bahkan membangun bisnis setelah kena phk.
Semua itu bisa kamu lakukan selama kamu mengenal diri sendiri, mengenal potensi, kekuatan dan kelemahan diri dan selama kamu mau untuk belajar terus menerus, pantang menyerah apapun itu bisa digapai.
Dipecat bukan berarti gagal, terkadang ini adalah tanda bahwa kamu sedang diarahkan ke jalan lain yang lebih cocok untuk dirimu.
Beberapa orang justru menemukan jalur baru ketika kehilangan pekerjaan lama. Setelah PHK ini juga saat yang tepat untuk mengembangkan karir, misalnya dengan mencoba pekerjaan freelance, membuka bisnis, atau mengeksplorasi peluang baru lainnya.
Menurut LinkedIn Workforce Report 2024, pekerjaan digital dan remote meningkat signifikan sejak pandemi, membuka lebih banyak celah bagi pencari kerja.
Sedangkan menurut Universitas Stanford, 70% peluang kerja justru datang dari jaringan sosial, bukan dari lowongan publik.
6. Jaga Sikap & Tetap Positif
Ketika kalimat “maaf kami harus merumahkan sebagian karyawan termasuk anda” rasanya memang seperti ada guntur di siang bolong bahkan ketika diri kita siap. Namun kita harus tetap menjadi pribadi yang jujur dan profesional, kerjakan bila masih ada pekerjaan terkahir, selesaikan apa yang sudah dimulai dan akhiri dengan hamdallah.
Hindari sikap negatif seperti mencela partner kerja maupun tempat bekerja sebelumnya baik secara langsung maupun di media sosial. Karena bisa menjadi urusan yang panjang bahkan masuk ranah hukum dan pencemaran nama baik.
Penutup – Apa yang Bisa Kamu Lakukan Hari Ini?
Kena PHK memang bukan hal mudah, tetapi dengan menenangkan diri, memahami hak, mengatur keuangan, memperbarui diri, dan tetap berpikir positif, kamu bisa bangkit dan menemukan arah baru yang lebih baik.
Punya pengalaman bangkit dari PHK? bagikan kisahmu di kolom komentar. Serta bila artikel ini bermanfaat jangan lupa bagikan ke akun sosial mediamu!
- Kemenaker RI – Data PHK 2023
- BPJS Ketenagakerjaan – Program JKP
- OJK – Panduan Manajemen Keuangan
- Harvard Business Review – Career Transition Study
- WHO – Mental Health in Crisis
- BPS – Laporan Ketenagakerjaan Indonesia

Join the conversation